Kenangan di Atas Awan“Wah, awan pagi emang paling bagus deh. Aku foto ah..” Ujar Akane yang akrab dipanggil Aka. “Woi, akane! Foto awan lagi ya? Nggak sayang memory? ” Tanya Ryota yang biasa dipanggil Ryo.
“Nggak lah. Klo buat awan sih memory selalu tersedia. hahaha” jawab Akane.
“Iya deh yang pencinta awan. Kamu mau ke sekolah kan? Yuk, bareng..” Ajak Ryota.
Akane dan Ryota pun pergi ke sekolah bersama. Mereka memang biasa ke sekolah bareng, maklum namanya juga tetanggaan. Bukan cuma tetanggaan, Akane dan Ryota juga satu sekolah ditambah lagi mereka satu kelas. Wah, kebetulan sekali ya.
Sesampai di sekolah mereka langsung masuk ke kelas. Seperti biasa, saat-saat sebelum bel kelas 3-B selalu ramai. Kenapa? Ya, itu karena saat itu adalah saat paling enak untuk mencontek PR. Kompak banget deh kalau misalnya murid 3-B sudah mulai contek-contekan. Jangan heran saja kalau misalnya nilai PR mereka rata-rata sama.
Tapi hal itu tidak berlaku untuk Akane. Akane lebih suka ke atap untuk melihat indahnya langit pagi. “Emang deh Aka paling suka sama atap. Abis Cuma disini Aka bisa lihat langit pagi yang Aka suka.” Pikir Aka.
“Akaaaaaaa, pinjam PR dong. Aka baik deh. hehehe” Teriak Ryota.
“Ya ampun, Ryo ganggu ketenangan Aka aja sih” Ucap Aka dalam hati.
“Iya, Ryo yang pemalas. Ambil aja di laci Aka. Jangan sampai hilang ya…” jawab Akane.
“Hahahaha. Maaf deh kalau aku males. Aku pinjem ya... Aka emang temenku yang paling baik deh.”
“Iya, ryooo. Udah sana kerjakan PR mu. Nanti keburu masuk lho.”
Ryo pun pergi meninggalkan Aka. Dan Aka kembali tiduran sambil menikmati langit merah pagi itu. Dia mengambil handphone-nya dan memotret langit itu. Hal itu memang biasa ia lakukan. Maklum namanya juga hobi pasti sering dilakukan.
“Teng..Teng..Teng..”
Terdengar suara bel masuk. Aka yang sedang sibuk memotret awan langsung masuk ke kelas dan duduk di bangkunya. Pak Yama pun masuk kelas, ternyata ada anak pertukaran pelajar di kelas 3-B. Dia dari Indonesia, namanya Vina. Pak Yama pun memperkenalkan Vina kepada anak-anak. Nama panjangnya Savina Putri. Dia dari SMP 73 Jakarta, Indonesia. Setelah memperkenalkan Vina, Pak Yama menyuruhnya untuk duduk di bangku yang kosong. Kebetulan bangku yang kosong terletak disamping Aka. Wah, Aka senang sekali karena baru pertama kali dia mendapatkan teman dari luar Jepang.
“Hajimemashite, atashi wa Akane Tachibana.Yoroshiku1” Aka mencoba memperkenalkan diri.
“Atashi wa Vina desu. YoroshiQUEEN~2” jawab Vina.
“YoroshiQUUEN?” Tanya Aka.
“Iya, itu yang ada di dorama Lovely Complex. Kamu tahu?” Vina pun mulai mengajak Aka berbicara Bahasa Inggris. Maklum, orang mana sih yang bisa menguasai Bahasa Jepang dengan cepat. Untungnya Aka bisa berbahasa Inggris dengan fasih.
“Aka tahu kok. Tidak disangka ya kamu tahu LoveCom. Itu dorama favoritku. Disitu Teppei nya lucu. Tapi yang paling tidak disangka Wentz jadi cheerleader. hahaha” Ucap Aka.
Obrolan itu berlanjut seru, namun terhenti saat Pak Yama memulai pelajaran. Akhirnya istirahat tiba, Aka mengajak Vina untuk makan siang di atap. Dengan senang hati Vina menerima ajakan Aka. Aka tak lupa mengajak teman masa kecilnya, Ryota. Mereka dengan akrab mengobrol dengan Vina. Vina orangnya memang friendly. Makanya semua orang bisa cepat akrab dengannya.
Setelah selesai makan, Aka memberi tahu Vina tentang foto-foto langit yang biasa Aka ambil. Tak disangka Vina juga suka dengan hal-hal yang berbau langit, awan, dan lain-lain.Tambah klop aja deh Vina dan Aka.
“Jah nih anak dua. Bisa-bisanya obrolan mereka nyambung kayak gini. Padahal baru kenal tadi pagi. ckckck” pikir Ryota.
Karena bosan mendengar obrolan Vina dan Aka, keisengan Ryota pun muncul. Ia menjambak rambut Aka. Aka kaget dan langsung mengeluarkan jurus karate yang ia pelajari.
“Aduh, Aka. Kayaknya nggak usah ngeluarin jurus itu deh. Sakit tau..” Keluh Ryota.
“lah? Kok jadi nyalahin Aka sih. Kenapa juga kamu jambak Aka? Aka kan nggak salah apa-apa.”
“Habis, kalian ngobrol terus. Kasihanilah Ryota yang sendirian ini.”
“Cupcupcup, kasihan Ryota. ” Ucap Aka sambil mengelus kepala Ryota. Ternyata Aka bukan ingin mengelusnya. Tapi, ia ingin membalas balik. Terjambaklah Ryota. Ryota pun merintih kesakitan.
Mulailah saling jambak-menjambak antara Aka dan Ryota. Mereka terlihat sangat akrab. Vina yang melihatnya hanya bisa tertawa. “hahahaha. Kalian lucu ya.” Kata Vina.
“lucu?” tanya Aka dan Ryota.
“Ih, apaan sih, Ryo. Ikut-ikut aja bisanya.” Protes Aka yang masih menjambak Ryota. Ryota tidak menjawab, tapi ia menambah kekuatan jambakannya. Untungnya bel masuk berbunyi, jadi Aka hanya sebentar merasakan sakitnya jambakan Ryota. Selama perjalanan ke kelas Aka dan Ryota masih saja berantem. “Akrabnya mereka..” Pikir Vina.
Dari pagi sampai pulang sekolah Vina berduaan terus sama Aka. Saking dekatnya sampai-sampai teman-teman menyebut mereka Vinaka. Sepulang sekolah Aka bertanya ke Vina dimana letak rumahnya.
“Rumahku di dekat toko Hiiragi. Kamu tahu?” Jawab Vina.
“Lah? Itu sih toko keluarganya Ryota. Iya kan,Ryo?”kata Aka.
“Iya. Wah, ternyata kita tetanggan.” Kata Ryota.
“Hontou?3” Tanya Vina tidak yakin.
“Hai4. Iya, Vina.” Jawab Aka.
“Asik. Vina semangat ke sekolah nih kalau seperti ini”
“Hahahahahaha” Semuanya tertawa serempak.
Setelah tahu letak rumah Vina. Mereka bertiga pun pulang bersama.
Keesokan harinya, mereka bertiga ke sekolah bersama. Di perjalanan Vina bertanya, “Ryo, Aka, kalian punya email nggak?”
Ryo dan Aka mengangguk tanda mereka punya E-mail.
“Baguslah. Ini emailku. ” ucap Vina sambil memberi selembar kertas bertulisan – Savina Putri: sakura181094@live.com – “Itu E-mailku. Simpan ya, biar kita masih bisa berhubungan walau aku udah balik ke Indonesia”
“Sip deh, boss.” Jawab Aka dan Ryota bersamaan.
“Ah, Ryota. Ikut-ikut Aka aja sih bisanya.” Ucap Aka.
“Biarin. Weeeeek” Balas Ryota.
“Udah, udah. Jangan berantem lagi. Mending berangkat. Ayoo !” ajak Vina. “Eh, Aka awannya bagus deh. Kayak bebek. Fotoin dong, biar nanti kamu kirim lewat E-mail”
“Sip deh. Bentar, Aka foto dulu” Kata Aka.
“Arigatou5, Aka-chan.” Kata Vina sambil tersenyum.
Tidak terasa mereka sudah sampai di sekolah. Seperti biasa Ryo mencari contekan PR. Aka pun ke atap seperti biasa. Dan Vina ikut ke atap bersama Aka. Di atap Vina bilang ke Aka kalau dia suka dengan Ryota. Vina bilang, “Ryota itu keren. Apalagi saat Ryota bermain baket. Wah, 3 pointnya keren.”
Aka yang dengar tersentak kaget, ia hanya berkata, “Wah,wah,wah, temen masa kecil Aka ternyata punya fans. hahahaha” kata Aka sambil menyembunyikan kekagetannya. Sebenarnya Aka merasa sedikit cemburu. Hanya saja ia menyembunyikan perasaan itu. Bel masuk pun berbunyi, mereka kembali ke kelas.
Sepulang sekolah, Ryota mengajak Aka dan Vina untuk datang ke pertandingan basket hari Sabtu ini. Dengan senang hati, Vina dan Aka akan datang ke pertandingan itu.
Hari pertandingan pun tiba. Vina dan Aka sudah duduk di bangku penonton. Lima belas menit kemudian, pertandingan dimulai. Lawan tanding Ryota adalah SMP Shohoku. SMP itu cukup terkenal dengan basketnya. Pertandingan pun berlangsung dengan seru. Saat pertandingan berlangsung, Aka bertanya, ”Vina, kamu di Jepang sampai kapan?”
”Maaf, Ka. Besok sepertinya aku sudah harus kembali ke Indonesia.” Jawab Vina.
”Kenapa kamu tidak bilang dari kemarin? Hmm, bagaimana kalau setelah pertandingan ini kita buat acara perpisahan untukmu di taman sakura dekat sini?” Ajak Aka.
”Wah, bagus juga idemu. Asik, asik...” Sambut Vina riang. ”Aka, aku boleh minta pendapatmu tidak?” Lanjut Vina.
Aka pun mengangguk. ”Boleh, mau minta pendapat apa?”
”Aku ingin menembak Ryota kalau dia menang. Menurutmu bagaimana?” Tanya Vina.
Aka kaget mendengar hal itu. Namun, ia tetap menyembunyikan kekagetannya. Dengan tenang, dia menjawab, ”Nice idea! Bagus tuh. Aku dukung kamu kok. Hehehe...”
Mereka melanjutkan obrolan mereka sampai akhirnya obrolan mereka terhenti oleh suara pluit.
”Priiiit. Pemenangnya adalah SMP Kouzo” Ucap Wasit.
”Horeee...” Semua penonton bersorak.
Seusai pertandingan mereka langsung ke taman sakura, sakura yang bermekaran di sana sangatlah indah. Jadi tidak rugi mereka mengadakan acara kemenangan dan perpisahan disitu. Sebelum acara dimulai semua anak yang ikut menyiapkan makanan dan minumannya. Aka dan Ryota mendapat tugas untuk membeli minum. Sedangkan Vina disuruh diam menunggu persiapan pesta itu. Vina melihat keakraban Ryota dan Aka. Dan hal itu membuatnya berpikir kalau Ryota menyukai Aka. Karena berpikir seperti itu dia pun mengurungkan niatnya untuk menembak Ryota. Dia juga berpikir, sepertinya tidak mungkin juga Vina jadian dengan Ryota. Kenapa? Pertama dari sisi agama, jelas mereka beda agama. Lalu tempat tinggal mereka juga cukup jauh. Dan juga bahasa mereka berbeda. ”Sepertinya aku memang sudah tidak ada harapan deh. I will giveup on him.” pikir Vina sambil menghela nafas.
Beberapa menit kemudian, Aka dan Ryota kembali ke taman. Setelah meletakkan barang belanjaan, Aka menghampiri Vina. Sedangkan Ryota menyusun minumannya.
”Ayo,vin. Katamu kamu mau menembak Ryota.” Ucap Aka.
Vina menggelengkan kepala.
”lah? Kenapa? Kok kamu geleng-geleng?” Tanya Aka.
”Nggak ah, Ka. Aku nggak mau nembak dia.” Jawab Vina.
Aka yang mendengar jawaban itu pun heran. ”Ada apa dengan Vina?” Pikir Aka. Lalu aka bertanya, ”Kenapa kamu tidak ingin menembaknya?”
”Maaf, ka. Aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Kapan-kapan kamu juga pasti akan tahu.”
Aka tambah heran dengan Vina. Namun ia mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut. Tiba-tiba terdengar suara Ryoto, ”Aka, Vina, ayo kesini. Semuanya sudah siap. Let’s begin the party !”
Pesta pun dimulai dengan meriah. Walaupun itu adalah pesta perpisahan, Vina tidak merasa sedih, ia malah sangat menikmati acara itu. Karena dia pikir kalau sedih dia pasti hanya akan membuat yang lain sedih juga. Makanya ia sangat ceria saat itu.
Hari pun semakin sore, anak-anak yang ikut berangsur-angsur kembali ke rumah mereka. Sekarang tinggal Vina, Aka, Ryota, dan Hitonari yang ada. Mereka membersihkan semua barang-barang yang masih ada. Sebelum pulang Aka meminta Hitonari untuk memotret Aka, Vina dan Ryota. Selesai membereskan semua, mereka pun pulang.
Esok hari pun datang. Hari ini saatnya Vina untuk kembali ke Indonesia. Aka dan Ryota ikut mengantar kepergian Vina. Aka tidak kuat menahan tangis. Ia pun menangis, lalu Vina memeluknya untuk terakhir kali. Setelah memeluk Aka. Vina pun menghampiri Ryota.
“Ryo, jaga Aka ya... Jangan buat dia sedih.” Kata Vina. “Oia, kalau kamu suka dia, tembak aja. Vina dukung kamu kok” Bisik Vina ke Ryota.
“Vina, kamu tau darimana kalau aku...” Jawab Ryota, namun Vina memotong, “Sudahlah, aku tahu kok. Dari kelakuanmu aku sudah bisa tahu.”
Sebelum Vina pergi ia tersenyum melihat teman-temannya itu.
“Jyaa ne~6” Ucap Vina ke teman-temannya.
“Jyaa ne~ Jangan lupa kasih aku E-mail ya. Nanti kukirim foto kita sama foto awannya.” Kata Aka.
“Oke, Aka sayang. daaaaah” kata Vina. “Byeee, Ryota”
Vina pun meninggalkan Jepang saat itu. Sesampainya di Indonesia, ia mengecek inbox E-mail dia. Ternyata, ia mendapatkan 2 buah E-mail. E-mail pertama dari Ryota.
From: Ryota Hiiragi (ryota.hiiragi@hotmail.com)
To : Savina Putri (sakura181094@live.com)
Vinaaaaa....
Asik, aku jadian dengan Aka. Terima kasih atas dukunganmu ya..
-Ryota
Vina pun langsung membalasnya
From: Savina Putri (sakura181094@live.com)
To : Ryota Hiiragi (ryota.hiiragi@hotmail.com)
Omedettou7..
Aku ikut senang.. awet-awet yaaa..
-Vina
Lalu E-mail kedua dari Aka. Vina senang sekali menerimanya.
From : Akane Tachibana (aka-tachibana@live.com)
To : Savina Putri (sakura181094@live.com)
vina to aka to ryota.jpg, cloud looks like duck.jpg
Vina-chan.. tau nggak? Aku jadian sama Ryota. Akhirnya Aka ngerti kenapa kamu nggak jadi nembak Ryota. Hontou ni Arigatou8.
Oia, itu fotonya aku attach. Kamu save aja yaaaa
-Aka
Vina pun membalas E-mail Aka.
From: Savina Putri (sakura181094@live.com)
To :Akane Tachibana (aka-tachibana@live.com)
Hehehe. Sama-sama Aka sayaaang
Iya, udah aku save kok. Fotonya bagus kok. Makasih yaaa
-Vina
Vina merasa lega setelah membaca E-mail kedua temannya itu.
“Sepertinya pengalamanku di Jepang bagaikan sebuah kenangan di atas awan ya ” Pikir Vina saat memandangi kedua Foto yang dikirim Aka. Ia pun tersenyum puas dengan kenangan yang dia dapat.
“Kenangan di atas awan” kata-kata itu akan selalu Vina ingat saat melihat fotonya bersama Aka dan Ryota.
The End
“Nggak lah. Klo buat awan sih memory selalu tersedia. hahaha” jawab Akane.
“Iya deh yang pencinta awan. Kamu mau ke sekolah kan? Yuk, bareng..” Ajak Ryota.
Akane dan Ryota pun pergi ke sekolah bersama. Mereka memang biasa ke sekolah bareng, maklum namanya juga tetanggaan. Bukan cuma tetanggaan, Akane dan Ryota juga satu sekolah ditambah lagi mereka satu kelas. Wah, kebetulan sekali ya.
Sesampai di sekolah mereka langsung masuk ke kelas. Seperti biasa, saat-saat sebelum bel kelas 3-B selalu ramai. Kenapa? Ya, itu karena saat itu adalah saat paling enak untuk mencontek PR. Kompak banget deh kalau misalnya murid 3-B sudah mulai contek-contekan. Jangan heran saja kalau misalnya nilai PR mereka rata-rata sama.
Tapi hal itu tidak berlaku untuk Akane. Akane lebih suka ke atap untuk melihat indahnya langit pagi. “Emang deh Aka paling suka sama atap. Abis Cuma disini Aka bisa lihat langit pagi yang Aka suka.” Pikir Aka.
“Akaaaaaaa, pinjam PR dong. Aka baik deh. hehehe” Teriak Ryota.
“Ya ampun, Ryo ganggu ketenangan Aka aja sih” Ucap Aka dalam hati.
“Iya, Ryo yang pemalas. Ambil aja di laci Aka. Jangan sampai hilang ya…” jawab Akane.
“Hahahaha. Maaf deh kalau aku males. Aku pinjem ya... Aka emang temenku yang paling baik deh.”
“Iya, ryooo. Udah sana kerjakan PR mu. Nanti keburu masuk lho.”
Ryo pun pergi meninggalkan Aka. Dan Aka kembali tiduran sambil menikmati langit merah pagi itu. Dia mengambil handphone-nya dan memotret langit itu. Hal itu memang biasa ia lakukan. Maklum namanya juga hobi pasti sering dilakukan.
“Teng..Teng..Teng..”
Terdengar suara bel masuk. Aka yang sedang sibuk memotret awan langsung masuk ke kelas dan duduk di bangkunya. Pak Yama pun masuk kelas, ternyata ada anak pertukaran pelajar di kelas 3-B. Dia dari Indonesia, namanya Vina. Pak Yama pun memperkenalkan Vina kepada anak-anak. Nama panjangnya Savina Putri. Dia dari SMP 73 Jakarta, Indonesia. Setelah memperkenalkan Vina, Pak Yama menyuruhnya untuk duduk di bangku yang kosong. Kebetulan bangku yang kosong terletak disamping Aka. Wah, Aka senang sekali karena baru pertama kali dia mendapatkan teman dari luar Jepang.
“Hajimemashite, atashi wa Akane Tachibana.Yoroshiku1” Aka mencoba memperkenalkan diri.
“Atashi wa Vina desu. YoroshiQUEEN~2” jawab Vina.
“YoroshiQUUEN?” Tanya Aka.
“Iya, itu yang ada di dorama Lovely Complex. Kamu tahu?” Vina pun mulai mengajak Aka berbicara Bahasa Inggris. Maklum, orang mana sih yang bisa menguasai Bahasa Jepang dengan cepat. Untungnya Aka bisa berbahasa Inggris dengan fasih.
“Aka tahu kok. Tidak disangka ya kamu tahu LoveCom. Itu dorama favoritku. Disitu Teppei nya lucu. Tapi yang paling tidak disangka Wentz jadi cheerleader. hahaha” Ucap Aka.
Obrolan itu berlanjut seru, namun terhenti saat Pak Yama memulai pelajaran. Akhirnya istirahat tiba, Aka mengajak Vina untuk makan siang di atap. Dengan senang hati Vina menerima ajakan Aka. Aka tak lupa mengajak teman masa kecilnya, Ryota. Mereka dengan akrab mengobrol dengan Vina. Vina orangnya memang friendly. Makanya semua orang bisa cepat akrab dengannya.
Setelah selesai makan, Aka memberi tahu Vina tentang foto-foto langit yang biasa Aka ambil. Tak disangka Vina juga suka dengan hal-hal yang berbau langit, awan, dan lain-lain.Tambah klop aja deh Vina dan Aka.
“Jah nih anak dua. Bisa-bisanya obrolan mereka nyambung kayak gini. Padahal baru kenal tadi pagi. ckckck” pikir Ryota.
Karena bosan mendengar obrolan Vina dan Aka, keisengan Ryota pun muncul. Ia menjambak rambut Aka. Aka kaget dan langsung mengeluarkan jurus karate yang ia pelajari.
“Aduh, Aka. Kayaknya nggak usah ngeluarin jurus itu deh. Sakit tau..” Keluh Ryota.
“lah? Kok jadi nyalahin Aka sih. Kenapa juga kamu jambak Aka? Aka kan nggak salah apa-apa.”
“Habis, kalian ngobrol terus. Kasihanilah Ryota yang sendirian ini.”
“Cupcupcup, kasihan Ryota. ” Ucap Aka sambil mengelus kepala Ryota. Ternyata Aka bukan ingin mengelusnya. Tapi, ia ingin membalas balik. Terjambaklah Ryota. Ryota pun merintih kesakitan.
Mulailah saling jambak-menjambak antara Aka dan Ryota. Mereka terlihat sangat akrab. Vina yang melihatnya hanya bisa tertawa. “hahahaha. Kalian lucu ya.” Kata Vina.
“lucu?” tanya Aka dan Ryota.
“Ih, apaan sih, Ryo. Ikut-ikut aja bisanya.” Protes Aka yang masih menjambak Ryota. Ryota tidak menjawab, tapi ia menambah kekuatan jambakannya. Untungnya bel masuk berbunyi, jadi Aka hanya sebentar merasakan sakitnya jambakan Ryota. Selama perjalanan ke kelas Aka dan Ryota masih saja berantem. “Akrabnya mereka..” Pikir Vina.
Dari pagi sampai pulang sekolah Vina berduaan terus sama Aka. Saking dekatnya sampai-sampai teman-teman menyebut mereka Vinaka. Sepulang sekolah Aka bertanya ke Vina dimana letak rumahnya.
“Rumahku di dekat toko Hiiragi. Kamu tahu?” Jawab Vina.
“Lah? Itu sih toko keluarganya Ryota. Iya kan,Ryo?”kata Aka.
“Iya. Wah, ternyata kita tetanggan.” Kata Ryota.
“Hontou?3” Tanya Vina tidak yakin.
“Hai4. Iya, Vina.” Jawab Aka.
“Asik. Vina semangat ke sekolah nih kalau seperti ini”
“Hahahahahaha” Semuanya tertawa serempak.
Setelah tahu letak rumah Vina. Mereka bertiga pun pulang bersama.
Keesokan harinya, mereka bertiga ke sekolah bersama. Di perjalanan Vina bertanya, “Ryo, Aka, kalian punya email nggak?”
Ryo dan Aka mengangguk tanda mereka punya E-mail.
“Baguslah. Ini emailku. ” ucap Vina sambil memberi selembar kertas bertulisan – Savina Putri: sakura181094@live.com – “Itu E-mailku. Simpan ya, biar kita masih bisa berhubungan walau aku udah balik ke Indonesia”
“Sip deh, boss.” Jawab Aka dan Ryota bersamaan.
“Ah, Ryota. Ikut-ikut Aka aja sih bisanya.” Ucap Aka.
“Biarin. Weeeeek” Balas Ryota.
“Udah, udah. Jangan berantem lagi. Mending berangkat. Ayoo !” ajak Vina. “Eh, Aka awannya bagus deh. Kayak bebek. Fotoin dong, biar nanti kamu kirim lewat E-mail”
“Sip deh. Bentar, Aka foto dulu” Kata Aka.
“Arigatou5, Aka-chan.” Kata Vina sambil tersenyum.
Tidak terasa mereka sudah sampai di sekolah. Seperti biasa Ryo mencari contekan PR. Aka pun ke atap seperti biasa. Dan Vina ikut ke atap bersama Aka. Di atap Vina bilang ke Aka kalau dia suka dengan Ryota. Vina bilang, “Ryota itu keren. Apalagi saat Ryota bermain baket. Wah, 3 pointnya keren.”
Aka yang dengar tersentak kaget, ia hanya berkata, “Wah,wah,wah, temen masa kecil Aka ternyata punya fans. hahahaha” kata Aka sambil menyembunyikan kekagetannya. Sebenarnya Aka merasa sedikit cemburu. Hanya saja ia menyembunyikan perasaan itu. Bel masuk pun berbunyi, mereka kembali ke kelas.
Sepulang sekolah, Ryota mengajak Aka dan Vina untuk datang ke pertandingan basket hari Sabtu ini. Dengan senang hati, Vina dan Aka akan datang ke pertandingan itu.
Hari pertandingan pun tiba. Vina dan Aka sudah duduk di bangku penonton. Lima belas menit kemudian, pertandingan dimulai. Lawan tanding Ryota adalah SMP Shohoku. SMP itu cukup terkenal dengan basketnya. Pertandingan pun berlangsung dengan seru. Saat pertandingan berlangsung, Aka bertanya, ”Vina, kamu di Jepang sampai kapan?”
”Maaf, Ka. Besok sepertinya aku sudah harus kembali ke Indonesia.” Jawab Vina.
”Kenapa kamu tidak bilang dari kemarin? Hmm, bagaimana kalau setelah pertandingan ini kita buat acara perpisahan untukmu di taman sakura dekat sini?” Ajak Aka.
”Wah, bagus juga idemu. Asik, asik...” Sambut Vina riang. ”Aka, aku boleh minta pendapatmu tidak?” Lanjut Vina.
Aka pun mengangguk. ”Boleh, mau minta pendapat apa?”
”Aku ingin menembak Ryota kalau dia menang. Menurutmu bagaimana?” Tanya Vina.
Aka kaget mendengar hal itu. Namun, ia tetap menyembunyikan kekagetannya. Dengan tenang, dia menjawab, ”Nice idea! Bagus tuh. Aku dukung kamu kok. Hehehe...”
Mereka melanjutkan obrolan mereka sampai akhirnya obrolan mereka terhenti oleh suara pluit.
”Priiiit. Pemenangnya adalah SMP Kouzo” Ucap Wasit.
”Horeee...” Semua penonton bersorak.
Seusai pertandingan mereka langsung ke taman sakura, sakura yang bermekaran di sana sangatlah indah. Jadi tidak rugi mereka mengadakan acara kemenangan dan perpisahan disitu. Sebelum acara dimulai semua anak yang ikut menyiapkan makanan dan minumannya. Aka dan Ryota mendapat tugas untuk membeli minum. Sedangkan Vina disuruh diam menunggu persiapan pesta itu. Vina melihat keakraban Ryota dan Aka. Dan hal itu membuatnya berpikir kalau Ryota menyukai Aka. Karena berpikir seperti itu dia pun mengurungkan niatnya untuk menembak Ryota. Dia juga berpikir, sepertinya tidak mungkin juga Vina jadian dengan Ryota. Kenapa? Pertama dari sisi agama, jelas mereka beda agama. Lalu tempat tinggal mereka juga cukup jauh. Dan juga bahasa mereka berbeda. ”Sepertinya aku memang sudah tidak ada harapan deh. I will giveup on him.” pikir Vina sambil menghela nafas.
Beberapa menit kemudian, Aka dan Ryota kembali ke taman. Setelah meletakkan barang belanjaan, Aka menghampiri Vina. Sedangkan Ryota menyusun minumannya.
”Ayo,vin. Katamu kamu mau menembak Ryota.” Ucap Aka.
Vina menggelengkan kepala.
”lah? Kenapa? Kok kamu geleng-geleng?” Tanya Aka.
”Nggak ah, Ka. Aku nggak mau nembak dia.” Jawab Vina.
Aka yang mendengar jawaban itu pun heran. ”Ada apa dengan Vina?” Pikir Aka. Lalu aka bertanya, ”Kenapa kamu tidak ingin menembaknya?”
”Maaf, ka. Aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Kapan-kapan kamu juga pasti akan tahu.”
Aka tambah heran dengan Vina. Namun ia mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut. Tiba-tiba terdengar suara Ryoto, ”Aka, Vina, ayo kesini. Semuanya sudah siap. Let’s begin the party !”
Pesta pun dimulai dengan meriah. Walaupun itu adalah pesta perpisahan, Vina tidak merasa sedih, ia malah sangat menikmati acara itu. Karena dia pikir kalau sedih dia pasti hanya akan membuat yang lain sedih juga. Makanya ia sangat ceria saat itu.
Hari pun semakin sore, anak-anak yang ikut berangsur-angsur kembali ke rumah mereka. Sekarang tinggal Vina, Aka, Ryota, dan Hitonari yang ada. Mereka membersihkan semua barang-barang yang masih ada. Sebelum pulang Aka meminta Hitonari untuk memotret Aka, Vina dan Ryota. Selesai membereskan semua, mereka pun pulang.
Esok hari pun datang. Hari ini saatnya Vina untuk kembali ke Indonesia. Aka dan Ryota ikut mengantar kepergian Vina. Aka tidak kuat menahan tangis. Ia pun menangis, lalu Vina memeluknya untuk terakhir kali. Setelah memeluk Aka. Vina pun menghampiri Ryota.
“Ryo, jaga Aka ya... Jangan buat dia sedih.” Kata Vina. “Oia, kalau kamu suka dia, tembak aja. Vina dukung kamu kok” Bisik Vina ke Ryota.
“Vina, kamu tau darimana kalau aku...” Jawab Ryota, namun Vina memotong, “Sudahlah, aku tahu kok. Dari kelakuanmu aku sudah bisa tahu.”
Sebelum Vina pergi ia tersenyum melihat teman-temannya itu.
“Jyaa ne~6” Ucap Vina ke teman-temannya.
“Jyaa ne~ Jangan lupa kasih aku E-mail ya. Nanti kukirim foto kita sama foto awannya.” Kata Aka.
“Oke, Aka sayang. daaaaah” kata Vina. “Byeee, Ryota”
Vina pun meninggalkan Jepang saat itu. Sesampainya di Indonesia, ia mengecek inbox E-mail dia. Ternyata, ia mendapatkan 2 buah E-mail. E-mail pertama dari Ryota.
From: Ryota Hiiragi (ryota.hiiragi@hotmail.com)
To : Savina Putri (sakura181094@live.com)
Vinaaaaa....
Asik, aku jadian dengan Aka. Terima kasih atas dukunganmu ya..
-Ryota
Vina pun langsung membalasnya
From: Savina Putri (sakura181094@live.com)
To : Ryota Hiiragi (ryota.hiiragi@hotmail.com)
Omedettou7..
Aku ikut senang.. awet-awet yaaa..
-Vina
Lalu E-mail kedua dari Aka. Vina senang sekali menerimanya.
From : Akane Tachibana (aka-tachibana@live.com)
To : Savina Putri (sakura181094@live.com)
vina to aka to ryota.jpg, cloud looks like duck.jpg
Vina-chan.. tau nggak? Aku jadian sama Ryota. Akhirnya Aka ngerti kenapa kamu nggak jadi nembak Ryota. Hontou ni Arigatou8.
Oia, itu fotonya aku attach. Kamu save aja yaaaa
-Aka
Vina pun membalas E-mail Aka.
From: Savina Putri (sakura181094@live.com)
To :Akane Tachibana (aka-tachibana@live.com)
Hehehe. Sama-sama Aka sayaaang
Iya, udah aku save kok. Fotonya bagus kok. Makasih yaaa
-Vina
Vina merasa lega setelah membaca E-mail kedua temannya itu.
“Sepertinya pengalamanku di Jepang bagaikan sebuah kenangan di atas awan ya ” Pikir Vina saat memandangi kedua Foto yang dikirim Aka. Ia pun tersenyum puas dengan kenangan yang dia dapat.
“Kenangan di atas awan” kata-kata itu akan selalu Vina ingat saat melihat fotonya bersama Aka dan Ryota.
The End
Kenangan di Atas Awan
Reviewed by juwita
on
12:23 AM
Rating:

saya g bsa buat pjg2.huhuhu
ReplyDeletemaklum namany juga pemula
XP
Hwa...
ReplyDeleteBener ditulis~!
(woot)
iya dnk.hohoho
ReplyDeletegmana,cerpen ny bgus kn.hohoho