Analisis Foto: The Rainbow Bridge in Tokyo


Pada dunia fotografi, dikenal tiga elemen yang mempengaruhi sebuah hasil foto yaitu Aperture, Shutter Speed, dan ISO. Ketiga elemen ini dikenal dengan segitiga ekposur. Komposisi eksposur yang tepat akan membuat sebuah potretan bersifat realisme.
Pada foto karya Trey Ratcliff yang berjudul “The Rainbow Bridge in Tokyo”, terlihat perpaduan ketiga elemen telah membuat foto terlihat real. Foto difokuskan pada objek, yaitu jembatan di Tokyo, yang ukurannya tergolong besar. Agar lebih terfokus pada objek, pemotret hanya menggunakan aperture f/5.0 supaya objek lain selain jembatan terihat lebih blur namun masih terlihat bentuk objeknya.
Saat mata melihat objek diatas air pada malam hari, pastinya akan terlihat bayangan lampu pada air. Untuk merealisasikannya, pemotret menggunakan speed yang cukup lama agar kamera dapat menangkap cahaya yang banyak . Objek, lampu, beserta bayangan dari lampu yang terlihat dibawah objek terlihat jelas sehingga dapat diambil kesimpulan mengenai adanya air dibawah jembatan. Bantuan tripod diperlukan untuk pengambilan foto yang memiliki speed lama untuk mengurangi efek getaran selama pemotretan.  Lalu dengan ukuran ISO yang kecil, pemotret berhasil membuat sebuah potretan malam hari dengan meminimalisir noise seperti kesempurnaan mata saat melihat pemandangan malam hari. Selain hasil foto menggunakan ISO kecil akan lebih tajam dibanding ISO tinggi.
Analisis Foto: The Rainbow Bridge in Tokyo Analisis Foto: The Rainbow Bridge in Tokyo Reviewed by juwita on 11:07 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.